PERSONIL POLSEK KOTA ANTAR WARGANYA KE RUMAH SAKIT JIWA

Pontianak,Ampera
Bukanya menangkap maling. Pagi ini dua Jajaran Polsek Pontianak Kota menjemput seorang  pria yang berinisial SM (39) tahun,yang keseharianya bekerja sebagai pemborong perumahan untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungai Bangkong, lantaran  diduga mengalami gangguan jiwa, Kamis, (6/9) sekira pukul 10.00 wib.

Bapak dua anak  ini yang merupakan warga Desa Sungai Duri Kecamatan Sungai Raya. Sejak sore kemarin, (5/9) tiba-tiba saja korban bertingkah laku aneh, dia  berbicara aneh, dan tidak jelas, serta memungut barang bekas sekitaran
 rumah korban.
Tingkah anehnya itu pun,tak ayal membuat tetangga dan rekan korban cemas. rekan korban kemudian berusaha menenangkanya dan membawanya pulang ke rumah keluarganya.


Kakak Korban Samiti (40) mengaku, mendapat informasi gangguan kejiwaan yang dialami adiknya itu dari rekan kerja adiknya. karena  saat itu dia mengaku SM tengah  berada di rumahnya di Desa Sungai Duri Kecamatan Sungai Raya.

“Kemudian kawanya membohongi dia. Mereka bilang, bahwa kita ada borongan proyek di Kakap, sekalian kita liat orang tuanya di sini (Ampera red) sehingga dia mau lah dia datang kesini,” ujarnya.


Sampai dirumah tadi malam jam 01.00 WIB, Samiti mengaku bahwa keluarga  juga merasa aneh, dengan sikap saudaranya itu, sebagaimana cerita rekanya kepada pihak keluarga.

“Dia ngomong meracau, mudah emosian, suka push up,   dan dia kemudian mengumpulkan barang-barang bekas dan sampah, lalu di bungkusnya,”Kata Samiti

Keluarga pun tak tinggal diam, Samiti menuturkan satu persatu dari pihak keluarga mulai dari Ayah Ibu serta saudara kandungnya mencoba menenagkan SM. Namun bapak dua anak itu bukanya tenang malah emosian, sehingga membuat keluarga makin khawtir.

Akibat tingkah laku aneh adiknya itu, dia mengaku bahwa keluarga pun tidak dapat tidur tadi malam untuk menjaga SM, karena dikhawatirkan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. “Senjata tajam,pisau, clurit,dan semuanya yang ada dirumah kemudian disimpan rapi,ditempat yang tak diketehuinya,” paparnya

“Berdasarkan kesepakatan pihak keluarga akhirnya pagi tadi pada pukul 08.00 WIB saya minta petugas dari RSJ. Sungai Bangkong untuk membawa berobat disana. Namun, saat petugas hendak membawanya dia melawan petugas, dan menolak dibawa, hingga akhirnya pihak rumah sakit pulang,” terangnya

Sekitar pukul 10.30 WIB dirinya kemudian meminta bantuan pihak Kepolisian dari Sektor Pontianak Kota untuk membujuk adiknya itu agar dapat di giring ke RSJ. Sungai Bangkong.

Tak menunggu lama dua anggota Kepolisian Sektor Pontianak Kota yakni Aiptu Simanjuntak dan Bripka Supriadi pun datang ke lokasi kejadian.

Puluhan warga dan kerabat korban juga  tampak berada di sekitar rumah.
Saat dijumpai SM nyaris telanjang dan hanya menggunakan dalaman. Sesekali dengan emosi yang takjelas  bapak dua anak ini melakukan olahraga fisik berupa pus up, yang berulang-ulang kali dia lakukan. dia juga berbicara tidak jelas dan berkeliling rumah.

Namun berkat tangan dingin dua Jajaran Polsek yang hadir, berhasil membujuk SM.  Pria 39 tahun itu lantas mengajukan hormat kepada dua anggota kepolisian dan mengaku sebagai TNI anggkatan udara.

Dirinya pun mengaku berteman dengan dua anggota polisi itu.  “Saya Angkatan Udara haru kuat.makanya harus push up komandan,”kata SM

Dua anggota Polsek Kota itu kemudian membujuk SM untuk segera mandi, dia mengajak samuri untuk bertemu komandan. “Mandi dulu komandan,pakai baju malu lah massa mau bertemu  dengan komandan. Komandan tak mandi,”Ajak dua polisi polsek kota itu.

SM Lantas menuruti kemauan polisi itu. dia kemudian mandi berpakaian rapi. tak lupa dia juga meminta di photo bersama dua aparat kepolisian yang mendampinginya.
Dia juga besalaman dengan pihak kelurga sebelum meninggalkan rumah.
SM saat itu  bergoncengan menggunakan sepeda motor bebek yang dikendarai Bripka Supriadi.

Sepanjang jalan, dari Ampera menuju jalan Alianyang, tak henti-henti dirinya memberikan hormat kepada pengendara yang  di lalui nya.

by: joens,dsd




Komentar